Satu Langkah Menuju Pertambangan Berkelanjutan, Prodi Teknik Pertambangan ULM Sukses Gelar Studium Generale Nasional 2026

BANJARBARU — Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat (FT ULM) sukses menyelenggarakan Studium Generale Nasional 2026 pada Jumat, 18 September 2026. Bertempat di Industrial Studio FT ULM, acara yang diinisiasi bersama Himpunan Mahasiswa Teknik Pertambangan (Himasapta) ini mengusung tema besar “Good Mining Practice for Sustainable Future”.

Dipandu oleh Romla Noor Hakim, S.T., M.T. selaku moderator, diskusi ilmiah ini menghadirkan perpaduan perspektif akademisi dan praktisi industri untuk membedah tantangan serta masa depan dunia pertambangan.

Integrasi Good Mining Practice dan Efisiensi Operasional

Sesi diskusi dibuka oleh Sigit Bagus Prabowo, Mid Term Planning Section Head PT Adaro Indonesia, yang membawakan materi bertajuk “GMP, Operational Excellence dan Keberlanjutan Manfaat”. Dalam paparannya, Sigit memaparkan implementasi riil penerapan Good Mining Practice (GMP) di site operasional. Ia menekankan bahwa perencanaan tambang jangka menengah tidak sekadar mengejar target produksi, tetapi harus mengintegrasikan efisiensi energi, tata kelola lingkungan, serta kesiapan program pascatambang agar memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.

Mendorong Teknologi Batubara Bersih dan Hilirisasi

Sesi kedua dilanjutkan oleh Koordinator Program Studi Teknik Pertambangan ULM, Ir. Agus Triantoro, S.T., M.T., IPM, dengan topik “Teknologi Pemanfaatan Batubara: Potensi dan Tantangannya”. Agus menekankan pentingnya hilirisasi dan penerapan clean coal technology di era transisi energi. Ia menjelaskan bahwa potensi batubara Indonesia masih sangat besar, namun pemanfaatannya harus ditunjang teknologi modern seperti gasifikasi dan peningkatan kualitas nilai bakar agar tetap sejalan dengan target penurunan emisi.

Mengokohkan Budaya Keselamatan Kerja di Area Ekstrem

Sebagai pembicara penutup, Dr. Ir. Eman Widijanto, MASC, IPU, Vice President of Mining Safety Division PT Freeport Indonesia, membawakan topik “Managing Safety in Mining Operation”. Eman menegaskan bahwa keselamatan kerja merupakan pilar utama dari keberhasilan operasional tambang. Ia membagikan pendekatan strategis Freeport dalam membangun safety culture yang proaktif, manajemen risiko berbasis teknologi terkini, serta sistem mitigasi bahaya pada lingkungan kerja tambang bawah tanah (underground mining) bernilai risiko tinggi.

Acara yang dipadati oleh mahasiswa dan civitas akademika ini berlangsung secara interaktif melalui sesi tanya jawab yang dinamis. Melalui Studium Generale ini, para peserta tidak hanya memperluas relasi dan wawasan akademik, tetapi juga mendapatkan gambaran nyata mengenai standar praktik pertambangan yang bertanggung jawab demi masa depan industri yang berkelanjutan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *